Tampilkan postingan dengan label V. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label V. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 April 2015

Peringatan KAA ke 60 tahun

Peringatan KAA ke 60 tahun
perpusnas.go.id

Konferensi Tingkat Tinggi Asia–Afrika (disingkat KTT Asia Afrika atau KAA; kadang juga disebut Konferensi Bandung) adalah sebuah konferensi antara negara-negara Asia dan Afrika, yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan. KAA diselenggarakan oleh Indonesia, Myanmar (dahulu Burma), Sri Lanka (dahulu Ceylon), India dan Pakistan dan dikoordinasi oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Sunario. Pertemuan ini berlangsung antara 18 April-24 April 1955, di Gedung Merdeka, Bandung, Indonesia dengan tujuan mempromosikan kerjasama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, atau negara imperialis lainnya.
Sebanyak 29 negara yang mewakili lebih dari setengah total penduduk dunia pada saat itu mengirimkan wakilnya. Konferensi ini merefleksikan apa yang mereka pandang sebagai ketidakinginan kekuatan-kekuatan Barat untuk mengkonsultasikan dengan mereka tentang keputusan-keputusan yang memengaruhi Asia pada masa Perang Dingin; kekhawatiran mereka mengenai ketegangan antara Republik Rakyat Tiongkok dan Amerika Serikat; keinginan mereka untuk membentangkan fondasi bagi hubungan yang damai antara Tiongkok dengan mereka dan pihak Barat; penentangan mereka terhadap kolonialisme, khususnya pengaruh Perancis di Afrika Utara dan kekuasaan kolonial perancis di Aljazair; dan keinginan Indonesia untuk mempromosikan hak mereka dalam pertentangan dengan Belanda mengenai Irian Barat.
Sepuluh poin hasil pertemuan ini kemudian tertuang dalam apa yang disebut Dasasila Bandung, yang berisi tentang "pernyataan mengenai dukungan bagi kerusuhan dan kerjasama dunia". Dasasila Bandung ini memasukkan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB dan prinsip-prinsip Nehru.
Konferensi ini akhirnya membawa kepada terbentuknya Gerakan Non-Blok pada 1961. (sumber: id.wikipedia.org)

Read more...

Rabu, 04 Februari 2015

Manuskrip Panji Jayakusuma "Selayang Pandang" (Video)

                                        "Manuskrip Panji Jayakusuma "Selayang Pandang"



Manuskrip Panji Jayakusuma (KBG 139)
Koleksi Perpustakaan Nasional RI

Ditayangkan dalam rangka Pameran dan Seminar Naskah Cerita Panji Sebagai Warisan Dunia (24-30 Oktober 2014)

Musik GOLEK (N.N) Ldr. Srirejeki Pl. 6, (Sumber: Semar Boyong P:6)



Read more...

Konferensi Asia Afrika : Bandung In Memoriam, 1955 (Back sound lagu-lagu daerah Indonesia)

Konferensi Asia Afrika : Bandung In Memoriam, 1955
(Back sound lagu-lagu daerah Indonesia)

www.perpusnas.go.id
Read more...

Rabu, 15 Oktober 2014

Video Foto-Foto Konferensi Asia Afrika , Bandung 1955

Video Foto-Foto Konferensi Asia Afrika , Bandung 1955
sumber:perpusnas.go.id

Konferensi Tingkat Tinggi Asia–Afrika (disingkat KTT Asia Afrika atau KAA; kadang juga disebut Konferensi Bandung) adalah sebuah konferensi antara negara-negara Asia dan Afrika, yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan. KAA diselenggarakan oleh Indonesia, Myanmar (dahulu Burma), Sri Lanka (dahulu Ceylon), India dan Pakistan dan dikoordinasi oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Sunario. Pertemuan ini berlangsung antara 18 April-24 April 1955, di Gedung MerdekaBandung,Indonesia dengan tujuan mempromosikan kerjasama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atauneokolonialisme Amerika SerikatUni Soviet, atau negara imperialis lainnya.
Sebanyak 29 negara yang mewakili lebih dari setengah total penduduk dunia pada saat itu mengirimkan wakilnya. Konferensi ini merefleksikan apa yang mereka pandang sebagai ketidakinginan kekuatan-kekuatan Barat untuk mengkonsultasikan dengan mereka tentang keputusan-keputusan yang memengaruhi Asia pada masa Perang Dingin; kekhawatiran mereka mengenai ketegangan antaraRepublik Rakyat Tiongkok dan Amerika Serikat; keinginan mereka untuk membentangkan fondasi bagi hubungan yang damai antara Tiongkok dengan mereka dan pihak Barat; penentangan mereka terhadap kolonialisme, khususnya pengaruh Perancis di Afrika Utara dan kekuasaan kolonial perancis di Aljazair; dan keinginan Indonesia untuk mempromosikan hak mereka dalam pertentangan dengan Belanda mengenai Irian Barat.
Sepuluh poin hasil pertemuan ini kemudian tertuang dalam apa yang disebut Dasasila Bandung, yang berisi tentang "pernyataan mengenai dukungan bagi kerusuhan dan kerjasama dunia". Dasasila Bandung ini memasukkan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB dan prinsip-prinsip Nehru.
Konferensi ini akhirnya membawa kepada terbentuknya Gerakan Non-Blok pada 1961. (sumber: id.wikipedia.org)

Read more...

Kamis, 08 Mei 2014

Sekilas Video Gambar dan Foto Koleksi Perpusnas (National Library of Indonesia) Di Pameran "Indonesia Dalam Gambar", 19 - 22 Mei 2014

Sekilas Video Gambar dan Foto Koleksi Perpusnas (National Library of Indonesia) Di Pameran "Indonesia Dalam Gambar", 19 - 22 Mei 2014

sumber: pnri.go.id
Perpustakaan Nasional RI adalah Lembaga Pemerintah Non-Kementrian yang melaksanakan tugas pemerintahan dalam bidang perpustakaan. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan mengamanatkan kepada Perpustakaan Nasional RI untuk melakukan promosi perpustakaan dalam rangka mewujudkan masyarakat pembelajar sepanjang hayat.Dalam rangka Hari Ulang Tahun Perpustakaan Nasional RI yang ke-34, Perpustakaan Nasional RI menyelenggarakan Pameran Koleksi dan Kegiatan Perpustakaan Nasional RI serta kegiatan perpustakaan dan instansi lain.Dengan mengambil tema "Indonesia Dalam Gambar", pameran ini, akan mempromosikan koleksi Perpustakaan Nasional RI khususnya gambar-gambar tentang Indonesia. Gambar-gambar ini diambil dari koleksi Perpustakaan Nasional RI, seperti peta, buku, majalah, surat kabar, serta naskah. Melalui gambar-gambar mengenai Indonesia, Perpustakaan Nasional RI mengajak masyarakat unutk menjadikan perpustakaan sebagai wahana pembelajaran sepanjang hayat.

sumber: pameran.pnri.go.id
Read more...