Tampilkan postingan dengan label EPUB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EPUB. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Desember 2014

Epub Hikayat MahaRaja Ali Online

Epub Hikayat MahaRaja Ali Online

http://opac.pnri.go.id/DetaliListOpac.aspx?pDataItem=0010-0814001127&pType=Bibid&pLembarkerja=-1

perpusnas.go.id 
Hikayat MahaRaja Ali Online adalah buku digital   dalam format EPUB dan  FlipBooks yang ditampilkan dalam format 3D yang bisa dibuka-buka (flipping). Silahkan Klik gambar bukunya untuk langsung terhubung dengan file onlinenya (digital). Untuk baca ebook lainnya Klik Ebook. PC baca file EPUB dapat Unduh Drivernya dihttp://www.epubread.com/en/
Untuk Smartphone dapat unduh drivernya di Play Store (UB epub reader).

"Naskah kuno yang akan dijadikan objek transliterasi adalah naskah Melayu yang berjudul Hikayat Maharaja Ali, yang selanjutnya disebut HMA. HMA terdapat di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Dalam Katalogus Koleksi Naskah Melayu Museum Pusat Dep. P&K, HMA terdapat empat versi. HMAversi pertama bernomor ML. 638 A (dari W. 106 A), versi kedua bernomor ML. 640 (dari W. 107), versi ketiga bernomor ML. 641 (dari W.108), dan versi keempat bernomor ML. 198 A. Sebelumnya, HMA pernah diteliti oleh Catharina Sumantri, Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Indonesia dengan kajian kritik naskah dan perbandingan antara HMAdan Hikayat Jumjumah.

Berikut adalah ringkasan cerita naskah HMA secara keseluruhan:

Tersebutlah seorang raja di dalam Bidakara (dalam naskah W107, W108, ML 198A tidak disebutkan nama negerinya) yang sangat besar kerajaannya, yaitu Maharaja Ali (dalam naskah W107 dan W 108 bernama Raja Ali Badasyah). Sudah bertahun-tahun Maharaja Ali berharap mendapatkan putra yang nantinya akan menjadi pewaris kerajaannya. Namun, Allah Subhanahu Wata‟alaa belum juga memberinya putra. Kemudian, Maharaja Ali mengumpulkan seluruh menteri hulubalang untuk bertemu para peramal dengan tujuan untuk mengetahui (meramal) apakah Maharaja Ali akan dikaruniai putra atau tidak. Para peramal memberitahukan bahwa Maharaja Ali akan memperoleh tiga putra. Maharaja Ali sangat bahagia mendengar ramalan itu. Akan tetapi, menurut para peramal, putra Maharaja Ali yang pertama akan membawa bencana bagi negerinya. Hal itu tentu saja membuat Maharaja Ali bersedih.

Tidak lama kemudian, istri Maharaja Ali, Putri Haynan, hamil. Sebagaimana yang diramalkan, Maharaja Ali dikaruniai tiga orang putra: Bahrum Syah, Tahir Syah dan Indra Syah. Ramalan bahwa anak pertama Maharaja Ali akan membawa bencana, terbukti kebenarannya. Bahrum Syah memiliki sifat dan perangai yang tidak baik. Pada suatu waktu raja dipaksa oleh rakyatnya supaya turun tahta dan meninggalkan kerajaannya. Dalam perjalanan meninggalkan negerinya, Maharaja Ali dirampok habis-habisan dan putranya yang tertua hilang. Mereka tiba di kota Babistan dan hidup sangat menderita hingga harus meminta sedekah kepada Raja Sardal. Raja Sardal sangat tertarik hatinya melihat paras Putri Haynan.

Raja Sardal lalu menyekap Putri Haynan untuk dijadikan istrinya. Ketika Raja Sardal hendak melaksanakan niatnya, mendadak ia jadi lumpuh. Sementara itu, Maharaja Ali mengembara bersama dua orang putranya. Waktu menyeberangi sungai, Raja Ali dimakan buaya dan kedua putranya dipungut (diasuh) oleh tukang tambang. Roh Raja Ali yang selalu gentayangan akhirnya bertemu dengan Nabi Isa. Dengan mukjizat Nabi Isa, Raja Ali hidup lagi dan tetap akan menjadi raja tanpa dikenal oleh siapa pun dan disuruh pulang ke tanah asalnya yang ia sendiri sudah lupa.

Dalam perjalanan pulang, ia dibekali beberapa mukjizat dan pengetahuan tentang pengobatan yang sangat manjur, sehingga ia menjadi terkenal di mana-mana. Mendengar ada seorang raja yang bisa mengobati segala macam penyakit, Raja Sardal (dalam naskah W107 bernama Raja Tholam, W108 bernama Raja Zubir) segera berkunjung ke negeri Maharaja Ali. Ia berharap Maharaja Ali bisa menyembuhkan penyakitnya. Di sinilah keluarga Maharaja Ali berkumpul kembali. Kedua orang putranya yang diasuh oleh penambang, putra yang tertua (yang hilang) akhirnya bertemu juga dengan ayahnya. Istri Maharaja Ali, Putri Haynan, mengenali suaminya, sehingga mereka dapat berkumpul kembali.

Akhirnya, Maharaja Ali beserta istri dan ketiga putranya hidup bahagia di istananya, di negeri Bidakara." sumber;perpusnas.go.id (
 Hikayat MahaRaja Ali)
Read more...

Epub Hikayat Harun Al-Rasyid: (W 161) Hasil Penyalinan Ulang Naskah Lapuk Koleksi Perpustakaan Nasional RI Online

Epub Hikayat Harun Al-Rasyid: (W 161) Hasil Penyalinan Ulang Naskah Lapuk Koleksi Perpustakaan Nasional RI Online
http://opac.pnri.go.id/DetaliListOpac.aspx?pDataItem=Hikayat+Harun+Al-Rasyid&pType=Title&pLembarkerja=-1
perpusnas.go.id
Hikayat Harun Al-Rasyid: (W 161) Hasil Penyalinan Ulang Naskah Lapuk Online adalah buku digital   dalam format EPUB dan  FlipBooks yang ditampilkan dalam format 3D yang bisa dibuka-buka (flipping). Silahkan Klik gambar bukunya untuk langsung terhubung dengan file onlinenya (digital). Untuk baca ebook lainnya Klik Ebook. PC baca file EPUB dapat Unduh Drivernya dihttp://www.epubread.com/en/
Untuk Smartphone dapat unduh drivernya di Play Store (UB epub reader).


"Deskripsi atas naskah ini pernah dicatat oleh van Ronkel1. Naskah W 121 ditulis di atas kertas Eropa bercap air “singa dalam mahkota” dengan tulisan CONCORDIA RESPARVAE CRESCUNT, ukuran kertas 32 x 19,5 cm, sedangkan blok teks berukuran 23 x 13 cm. Naskah terdiri dari 104 halaman, tetapi yang ditulisi hanya 102 halaman. Setiap halaman terdiri dari 16 baris tulisan yang ditulis menggunakan aksara Arab Jawi berbahasa Melayu.

Kertas sudah agak rapuh dan mudah patah jika tidak ditangani dengan hati-hati. Penjilidan sudah hampir terlepas, bahkan di bagian awal banyak kertas yang sudah terlepas dari kurasnya. Penomoran halaman dengan pensil, angka Arab dari 1-51, kiranya tambahan orang lain, terletak di margin kanan sebelah atas setiap halaman recto. Kata alihan terletak di margin bawah kiri halaman recto. Menurut kolofon, teks Hikayat Harun Al-Rasyid disalin di Malaka pada tanggal 27 Dzulkaidah tahun 1278 H atau 26 Mei 1862. Pada bagian awal terdapat keterangan “Ini suatu hikayat Raja Harun Rasyid di dalam negeri Bagdad adanya terlalu indah”. Naskah ini berisi teks yang menceritakan tentang putri Jauhar Manikam.

Ia adalah putri raja Harun Rasyid dari negeri Bagdad dari mulai kelahirannya sampai menjadi permaisuri raja. Ketika putri Jauhar Manikam dewasa, raja Harun Al-Rasyid menitipkan dia kepada patiknya karena baginda bersama permaisuri dan putra lakilakinya hendak bermukim di Mekah. Sepeninggal raja, pada suatu malam, patik yang dititipi putri oleh raja malah hendak berbuat cabul terhadap putri Jauhar Manikam sampai sang putri melarikan diri. Kemudian putri pergi mengembara. Akhirnya,setelah mengalami berbagai penderitaan, putri Jauhar Manikam menjadi permaisuri raja Damsyik." sumber;perpusnas.go.id (
Hikayat Harun Al-Rasyid: (W 161) Hasil Penyalinan Ulang Naskah)
Read more...

Epub Gita Sinangsaya; Edisi Teks dan Terjemahan Online

Epub Gita Sinangsaya; Edisi Teks dan Terjemahan Online
http://opac.pnri.go.id/DetaliListOpac.aspx?pDataItem=0010-0814001125&pType=Bibid&pLembarkerja=-1
perpusnas.go.id
Gita Sinangsaya; Edisi Teks dan Terjemahan Online adalah buku digital   dalam format EPUB dan  FlipBooks yang ditampilkan dalam format 3D yang bisa dibuka-buka (flipping). Silahkan Klik gambar bukunya untuk langsung terhubung dengan file onlinenya (digital). Untuk baca ebook lainnya Klik Ebook. PC baca file EPUB dapat Unduh Drivernya dihttp://www.epubread.com/en/
Untuk Smartphone dapat unduh drivernya di Play Store (UB epub reader).


"Gunung Damalung atau sekarang dikenal dengan nama gunung Merbabu, pada masanya mempakan tempat berlangsungnya tradisi penulisan naskah-naskah yang sekarang dikenal dengan koleksi naskah Merapi Merbabu (selanjutnya disingkat MM). Bahkan ada sebuah hipotesa yang menyebutkan, bahwa kegiatan penyalinan naskah di daerah ini mungkin sudah dimulai sewaktu Mataram Kuna--dibuktikan dengan adanya teks Ramayana dan alasan keunikan paleografi--selanjumya kegiatan ini menginspirasi produksi sastra keraton Kartasura, Surakarta dan Yogyakarta (Van der Molen dan Wiryamartana, 2001: 55).

Koleksi naskah MM ditemukan sekitar tahun 1820 di lereng barat gunung Merbabu, lalu pada sekitar tahun 1852 dibeli oleh Bataviaasch Genootschap dan sekarang menjadi koleksi Perpustakaan Nasional RI (Van der Molen, 2011: 135). Khasanah naskah MM dahulu mempakan milik Ki Ajar Windusana, seorang pendeta Hindu yang tinggal di lereng gunung Merbabu, Karesidenan Kedu, dan diperkirakan meninggal sebelum tahun 1759 M (ibid. hal. 139). Naskah-naskah milik Ki Ajar Windusana ditulis di wilayah pegunungan di Jawa Tengah sekitar Merapi dan Merbabu, termasuk gunung Tilamaya, Ungaran dan Sumbing.

Pada tahun 1852 Friederich melaporkan bahwa naskah MM di Bataviaasch Genootschap berjumlah 357 naskah, 27 naskah ditulis dalam tulisan Jawa, 330 lainnya ditulis dalam tulisan kuno (Bleeker, 1852:6). Menurut Katalog Naskah Merapi-Merbabu (Setyawati dkk., 2002), jumlah koleksi naskah MM di Perpustakaan Nasional R1 saat ini berjumlah sekitar 390 buah. Sebagian besar aksara dalam naskah MM yang menurut Friederich adalah tulisan kuno disebut aksara Buda atau aksara Gunung (Pigeaud, 1970: 53-54). Menurut Ranggawarsita dalam naskah KBG 208 halaman 8 aksara tersebut digunakan oleh para ajar di gunung-gunung.

Bentuk teks naskah MM beragam: parwa, kakawin, kidung, dan lain-lain. Beberapa teks yang pemah diterbitkan menggunakan koleksi MM antara lain: Nitisastra oleh Poerbatjaraka (1933), Arjunawijaya oleh Soepomo (1977), Kunjarakama oleh Willem van der Molen (1983) diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia tahun 2011 dan Arjunawiwaha oleh I. Kuntara Wiryamartana (1990). Teks-teks yang diterbitkan tersebut baru yang berbentuk kakawin dan parwa, sedangkan kidung dari koleksi MM belum mendapat perhatian. Sepengetahuan saya baru satu teks kidung yang sedang dikerjakan tetapi belum terbit edisinya yaitu Kidung Surajaya oleh Kartika Setyawati.

Buku ini bertujuan untuk menerbitkan kidung berjudul Gita Sinangsaya dari tradisi MM sebagai bentuk perhatian saya terhadap naskah MM karena keunikan kelangkaannya, khususnya kidung. Bab pertama berisi pengertian kidung dan tujuan penulisan. Bab kedua, mendeskripsikan tiga naskah Gita Sinangsaya, menggali informasi di dalam teks dan naskah tentang penulis dan penyalin, tempat penulisan dan penyalinan serta waktu penulisan dan penyalinannya.

Selanjutnya dilakukan perbandingan tiga teks dengan mengikuti pendekatan yang dilakukan Van der Molen (2011), berdasarkan kesalahan dan campur tangan penyalin. Dalam perbandingan ini ditambahkan tentang ejaan yang khas dan sedikit tentang tembang. Perbandingan ini bertujuan untuk mengetahui sifat penurunan teks dan mendapatkan teks yang menjadi landasan dalam edisi kritik dan terjemahan. Tidak ketinggalan disajikan ikhtisar teks dalam bab ini dan metode yang digunakan dalam penyajian.

Bab tiga adalah terbitan edisi diplomatik dari ketiga teks Gita Sinangsaya. Bab empat menyajikan edisi kritik dan terjemahan Gita Sinangsaya serta catatan atas edisi kritik dan terjemahan. Pedoman alih aksara disajikan dalam lampiran." sumber;perpunas.go.id (
Gita Sinangsaya; Edisi Teks dan Terjemahan)
Read more...

Epub Serat Semar Esthibrata Online

Epub Serat Semar Esthibrata Online
http://opac.pnri.go.id/DetaliListOpac.aspx?pDataItem=Serat+Semar+Esthibrata&pType=Title&pLembarkerja=-1
perpusnas.go.id
Serat Semar Esthibrata Online adalah buku digital   dalam format EPUB dan  FlipBooks yang ditampilkan dalam format 3D yang bisa dibuka-buka (flipping). Silahkan Klik gambar bukunya untuk langsung terhubung dengan file onlinenya (digital). Untuk baca ebook lainnya Klik Ebook. PC baca file EPUB dapat Unduh Drivernya dihttp://www.epubread.com/en/
Untuk Smartphone dapat unduh drivernya di Play Store (UB epub reader).
Read more...

Epub Kumpulan Suluk Transliterasi Online

Epub Kumpulan  Suluk Transliterasi Online
http://opac.pnri.go.id/DetaliListOpac.aspx?pDataItem=Kumpulan+Suluk+Transliterasi&pType=Title&pLembarkerja=-1
perpusnas.go.id
Kumpulan  Suluk Transliterasi Online adalah buku digital   dalam format EPUB dan  FlipBooks yang ditampilkan dalam format 3D yang bisa dibuka-buka (flipping). Silahkan Klik gambar bukunya untuk langsung terhubung dengan file onlinenya (digital). Untuk baca ebook lainnya Klik Ebook.
PC baca file EPUB dapat Unduh Drivernya dihttp://www.epubread.com/en/
Untuk Smartphone dapat unduh drivernya di Play Store (UB epub reader).
Read more...

Epub Naskah Naskah Pesisiran Online

Epub Naskah Naskah Pesisiran Online
http://opac.pnri.go.id/DetaliListOpac.aspx?pDataItem=Naskah+Pesisiran&pType=Title&pLembarkerja=-1
perpusnas.go.id
Naskah Naskah Pesisiran Online adalah buku digital   dalam format EPUB dan  FlipBooks yang ditampilkan dalam format 3D yang bisa dibuka-buka (flipping). Silahkan Klik gambar bukunya untuk langsung terhubung dengan file onlinenya (digital). Untuk baca ebook lainnya Klik Ebook. PC baca file EPUB dapat Unduh Drivernya dihttp://www.epubread.com/en/
Untuk Smartphone dapat unduh drivernya di Play Store (UB epub reader).


"“Buku ini disajikan dalam lima bab. Bab I Pendahuluan merupakan pengantar yang mendasari penulisan buku ini, yang secara sederhana dibagi lagi ke dalam empat subbab yang secara berturut-turut meliputi Tradisi Keberaksaraan, Naskah, Skriptorium, dan Ruang Lingkup. Subbab Tradisi Keberaksaraan memberikan gambaran mengenai asal muasal dan awal tradisi keberaksaraan orang Jawa, subbab Naskah memberikan paparan pengertian mengenai naskah dan teks yang merupakan objek sentral buku ini di sam ping pengertian pesisiran, subbab Pesisiran membicarakan batasan istilah pesisiran yang menjadi pembatas ruang lingkup kajian, dan subbab Ruang Lingkup membicarakan lingkup kajian dalarn buku ini. Bab II Naskah Pesisiran membicarakan berbagai hal yang berkait dengan naskah pesisiran berikut batasan dan hal-hal yang dapat memberi indikasi suatu naskah dan/atau teks diperkirakan sebagai naskah (dan teks) pesisiran. Paparan mengenai naskah pesisiran penting dalam kaitan memberi arahan indikasi suatu naskah yang diduga sebagai naskah pesisiran atau bukan. Bab III Naskah Sebagai Tapak Budaya Material membicarakan, mendiskripsikan, dan - sejauh memungkinkan - menganalisis mengenai wujud fisik naskah pesisiran koleksi PNRI dan FIB VI, meliputi  “alas tulis, penjilidan, tulisan, ejaan, rubrikasi dan iluminasi, serta unsur-unsur lain naskah. Bab IV Teks Sebagai Bentuk lengkap Budaya Nonmateral membicarakan, mendiskripsikan dan - sejauh memungkinkanmenganalisis teks yang terkandung dalam naskah pesisiran kedua lembaga tersebut, meliputi aspek kebahasaan dan kandungan isi atau teks. Frasa "sejauh memungkinkan" di sini diberi tekanan karena kenyataan data di lapangan kadang-kadang tidak memberi "ruang" untuk menganalisis. Bab V Penutup merupakan rangkuman dan simpulan. Gambar-gambar yang menyertai buku ini diharapkan dapat melengkapi pengetahuan mengenai naskah pesisiran pada umumnya dan koleksi kedua lembaga tersebut dan pada khususnya.
” sumber;perpusnas.go.id (Naskah Naskah Pesisiran).


 
Read more...

Epub Kumpulan Cerita Wayang Versi Pecenongan Online

Epub Kumpulan Cerita Wayang Versi Pecenongan Online
perpusnas.go.id
Kumpulan Cerita Wayang Versi Pecenongan  Online adalah buku digital   dalam format EPUB dan  FlipBooks yang ditampilkan dalam format 3D yang bisa dibuka-buka (flipping). Silahkan Klik gambar bukunya untuk langsung terhubung dengan file onlinenya (digital). Untuk baca ebook lainnya Klik Ebook.
PC baca file EPUB dapat Unduh Drivernya dihttp://www.epubread.com/en/
Untuk Smartphone dapat unduh drivernya di Play Store (UB epub reader).

"“Kesenian wayang sudah dikenal sejak dahulu oleh nenek moyang kita.Tokoh-tokoh dalam bentuk gambaran/ bayangan (wewayangan/ wayang), yang merupakan simbol kekuatan supranatural, disembah dan diberi sesajen sebagai bagian dari kepercayan yang dikenal dengan kepercayaan Animisme. Mereka percaya bahwa benda seperti pohon besar, gua, batu besar, dan tempat-tempat sunyi memiliki roh/ jiwa yang baik ataupun yang jahat.

Setelah kedatangan agama Hindu, tradisi wayang berubah fungsi dari prosesi penyembahan roh menjadi alat peraga untuk menyampaikan ajaran agama.Tradisi wayang masa Animisme tersebut kemudian beradaptasi dengan karya sastra India, di antaranya kakawin Ramayana dan Mahabarata. Kedua induk cerita itu dalam pewayangan banyak mengalami pengubahan dan penambahan untuk menyesuaikannya dengan tradisi dan budaya Indonesia. Salah satu pembeda adalah kemunculan punakawan, yakni Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong, tokoh penting dalam pewayangan yang hanya ada dalam pewayangan Indonesia, dan tidak terdapat di India atau negara lain.”

“Penyebaran agama melalui kesenian wayang dilakukan pula oleh para penyebar ajaran Islam. Penggunaan wayang sebagai alat peraga dalam penyebaran agama Islam di Jawa dilakukan oleh Sunan Kalijaga. Selanjutnya, ulama Islam mulai mewayangkan kisah para raja Jawa dengan memasukan ajaran dan nilai-nilai agama Islam ke dalamnya, sehingga cerita wayang yang berinduk pada Ramayana dan Mahabarata makin jauh dari aslinya. Sejak zaman itulah masyarakat penggemar wayang mengenal silsilah tokoh wayang, termasuk tokoh dewanya, yang berawal dari Nabi Adam. Sisilah itu berlanjut hingga raja-raja di Pulau Jawa. Jika orang India beranggapan bahwa kisah Mahabarata serta Ramayana benar-benar terjadi di negerinya, orang Jawa pun menganggap kisah pewayangan benar-benar pernah terjadi di pulau Jawa.

Karya sastra lama tentang cerita wayang tertulis dalam bentuk naskah kuna yang banyak tersimpan di beberapa museum, perpustakaan, keraton, dan sebagai milik pribadi. Beberapa naskah yang tersimpan di Perpustakaan Nasional kebanyakan ditulis di atas media kertas dan daun lontar. Pada umumnya, naskah wayang ditulis dalam bahasa Jawa, Bali, dan Sunda, namun ada juga yang ditulis dalam bahasa daerah lain, di antaranya dalam bahasa Melayu-Betawi menggunakan aksara Jawi. Beberapa naskah Melayu-Betawi ini awalnya merupakan koleksi taman bacaan rakyat milik keluarga Fadli di Langgar Tinggi, Pecenongan[…] “Jakarta Pusat. Menurut Chambert-Loir (lihat Hikayat Nakhoda Asik, 2009 : 247), berdasarkan catatan yang disusun oleh Muhammad Bakir untuk mengiklankan koleksi naskah pada taman  “bacaannya, diketahui bahwa terdapat lebih dari 70 judul naskah yang pernah disewakan. Salah satu iklannya terdapat pada naskah yang berjudul Wayang Pandu, yang menginformasikan bahwa tersedia 30 judul naskah yang dapat disewakan. Dari sekurangnya 70 judul naskah yang pernah disewakan, kini hanya tinggal 43 judul naskah saja, tersimpan di Perpustakaan Nasional sebanyak 27 judul, di Saint-Petersburg sebanyak 10 judul, dan di Leiden sebanyak 6 judul.

Di antara 27 judul naskah Melayu-Betawi yang tersimpan di Perpustakaan Nasional terdapat cerita wayang berbahasa Melayu-Betawi, antara lain berjudul: Wayang Arjuna, Wayang Pandu, Hikayat Agung Sakti, Hikayat Gelaran Pandu, Hikayat Pandawa Sakit, Maharaja Garebek Jagat, Hikayat Seri Rama, Syair Perang Orang Pandawa.” sumber:perpusnas.go.id (
Kumpulan Cerita Wayang Versi Pecenongan).




 
Read more...

Sabtu, 18 Oktober 2014

Epub Babad Pakualaman (Fakta Sejarah Pakualaman) Online

Epub Babad Pakualaman (Fakta Sejarah Pakualaman) Online
http://opac.pnri.go.id/DetaliListOpac.aspx?pDataItem=Fakta+Sejarah+Pakualaman&pType=Title&pLembarkerja=-1o
perpusnas.go.id
Epub   Babad Pakualaman (Fakta Sejarah Pakualaman) Online adalah buku digital   dalam format EPUB dan  FlipBooks yang ditampilkan dalam format 3D yang bisa dibuka-buka (flipping).   Babad Pakualaman (Fakta Sejarah Pakualaman) : Teks Babad Pakualaman (KBG 245) sebagai sebuah tradisi tulis di Jawa masuk kedalam kategori babad. Unsur pembangun cerita teks KBG 245 sangat dekat dengan fakta sejarah pergolakan kekuasaan di Yogyakarta sekitar tahun 1800-an. Teks KBG 245 memceritakan cikal bakal trah Pakualaman di Yogyakarta. 29 Juni 1812, Pangeran Natakusuma diangkat oleh Pemerintah Kerajaan lnggris menjadi Gusti Pangeran Adipati Paku Alam karen a jasa-jasanya kepada Pemerintah Inggris. Konspirasi politik-ada Politick Contract antara Pangeran Natakusuma dan pemerintahan Kolonial Inggris sebelum menyerbu kota Yogyakarta- tingkat tinggi mewarnai peralihan kekuasaan kerajaan. Fakta sejarah berupa peristiwa penghasutan, penghianatan, dan pembunuhan disajikan dalam bingkai sastra. Pembingkai fakta sejarah diolah dalam fantasi yang baik dan tampil dalam simbol-simbol benda pusaka, heroisme, dan romantisme.
Teks KBG 245 merekam tokoh-tokoh sejarah Gubernur Jendral Hindia Belanda antara lain, Herman Willem Daendels (21 Oktober 1762 - 2 Mei 1818), dan Thomas Stamford Raffles (6 Juli 1781 - 5 Juli 1826). Teks juga merekam penguasa Jawa antara lain, Sultan Hamengku Buwana I atau Panger an Mangkubumi (6 Agustus 1717 - 24 Maret 1792), Sultan Hamengku Buwana II (7 Maret 1750 -3 Januari 1828) dan Paku Alam I atau Pangeran Natakusuma (lahir 12 maret 1764/1760). Fakta sejarah sebagai latar peristiwa pembangun cerita antara lain Perjanjian Gianti (13 Februari 1755), dan Kapitulasi Tuntang (18 Spetember 1811). Teks KBG 245 sebagai gCllre sastra bnbnd dibangun dengan satuan peristiwa, tokoh, dan latar peristiwa yang syarat dengan fakta sejarah. Pengarang teks KBG 245 menyajikan satuan peristiwa secara kronologis atau berdasarkan urutan peristiwa yang mungkin sebenarnya.
. sumber; perpusnas.go.id
Silahkan Klik gambar bukunya untuk langsung terhubung dengan file onlinenya (digital). Untuk baca ebook lainnya Klik Ebook.
PC baca file EPUB dapat Unduh Drivernya dihttp://www.epubread.com/en/
Untuk Smartphone dapat unduh drivernya di Play Store (UB epub reader).
Read more...

Epub Alih Aksara Durr An-Nahzim Online

Epub Alih Aksara Durr An-Nahzim Online
http://opac.pnri.go.id/DetaliListOpac.aspx?pDataItem=Durr+An-Nahzim&pType=Title&pLembarkerja=-1
perpusnas.go.id
Epub   Alih Aksara Durr An-Nahzim Online adalah buku digital   dalam format EPUB dan  FlipBooks yang ditampilkan dalam format 3D yang bisa dibuka-buka (flipping).   Alih Aksara Durr An-Nahzim : Naskah ini berukuran 34 x 21 c m. Naskah ditulis di atas media kertas eropah yang bercap air (watermark) bertuliskan "DE ERVEN D. BLAUW" dan cetak kira-kira tahun 1822. Jumah halaman naskah 290 halaman, tiap halaman terdiri dari 15 baris. Kondisi naskah masih cukup baik dan jelas terbaea dengan tulisan berwarna hitam dan merah.
Beberapa kata dan kalimat yang memiliki makna penting atau awal kalimat ditulis dengan tinta merah. Naskah disusun oleh al-Barak al-Lama', disadur dari Qadli Abu Bakar an-Nisai dan buku lainnya tentang kasiat al-Qu'an dari Imam Abu Hamid al-Qarali. Pada kolofon naskah di bagian akhir tertulis, telah sempurna menyurat kitab ini pada enam likur hari bulan Dzulhijah hari Ahad jam pukul [de]lapan dengan 'aunillah Ta'ala pada Hijratun-Nabi Shalallahi 'Alaihi wa Sallam seribu dua ratus tujuh puluh sembilan (1279 sanah) di dalam negeri Riau Tanjung Pinang
. sumber; perpusnas.go.id
Silahkan Klik gambar bukunya untuk langsung terhubung dengan file onlinenya (digital). Untuk baca ebook lainnya Klik Ebook.
PC baca file EPUB dapat Unduh Drivernya dihttp://www.epubread.com/en/
Untuk Smartphone dapat unduh drivernya di Play Store (UB epub reader).
Read more...

Rabu, 15 Oktober 2014

Epub Dajal Al-Ain, Edisi Faksimili dan Terjemahan Online

Epub Dajal Al-Ain, Edisi Faksimili dan Terjemahan Online 
perpusnas.o.id
Epub   Dajal Al-Ain, Edisi Faksimili dan Terjemahan Online adalah buku digital   dalam format EPUB dan  FlipBooks yang ditampilkan dalam format 3D yang bisa dibuka-buka (flipping).   Dajal Al-Ain, Edisi Faksimili dan Terjemahan  berasal dari : Dajjal al-Ain ini menyajikan edisi faksimili naskah beserta terjemahan dari naskah bernomor W 285. Melalui sajian ini diharapkan agar masyarakat pembacanya mendapat gambaran mengenai berbagai aspek Agama Islam yang terkandung di dalamnya.
Naskah W 285 berjudul “Qishshah Wilâdat bin Sahal al-musammâ bi Dajjâl al-'Ain” (Kissah Lahirnya Anak Sahal bernama Dajjal al-'Ain). Di dalam Katalog Arabic Manuscripts yang disusun van Ronkel hlm. 132 no. 237, naskah ini diberi judul “Hadits Dajjal”. Naskah ini menceritakan kejadian pada masa silam (telah lalu) dan tentang hal-hal yang berkaitan dengan iman, seperti beberapa hal yang akan terjadi di masa mendatang, turunnya dajjal, turunnya Nabi Isa as, tanda-tanda kedatangan al-Mahdi, dan tanda-tanda akan terjadinya hari kiyamat. Pada bagian akhir dibahas juga tentang iman kepada kehidupan setelah hari kiyamat, berkaitan dengan mahsyar, surga dan neraka. Kisah ini dilengkapi dengan keterangan dalil al-Qur`an dan hadits. sumber; perpusnas.go.id
Silahkan Klik gambar bukunya untuk langsung terhubung dengan file onlinenya (digital). Untuk baca ebook lainnya Klik Ebook.
PC baca file EPUB dapat Unduh Drivernya dihttp://www.epubread.com/en/
Untuk Smartphone dapat unduh drivernya di Play Store (UB epub reader).
Read more...

Selasa, 14 Oktober 2014

Epub Cerita Asal Mula Daerah Tanete Online

Epub Cerita Asal Mula Daerah Tanete Online 
perpusnas.go.id
Epub   Cerita Asal Mula Daerah Tanete Online adalah buku digital   dalam format EPUB dan  FlipBooks yang ditampilkan dalam format 3D yang bisa dibuka-buka (flipping).    Cerita Asal Mula Daerah Tanete  berasal dari : Naskah berkode VT. 125h merupakan salah satu koleksi yang ada di Perpustakaan Nasional RI, dengan judul "Asal Mula Daerah Tanete". Naskah ini berukuran 34 x 21 cm. Naskah ditulis di atas media kertas eropah, 63 halaman terdiri dari 31 baris. Kondisi naskah masih cukup baik dan jelas terbaca. Naskah ini merupakan naskah yang terdapat dalam satu Bundel, semua naskah dalam bundel ini tidak bersampul.
lsi Singkat · Naskah ini menceritakan asal mula daerah Tanete, sil-silah raja yang pernah memerintah di Tanete, Adat-istiadat daerah Tanete, hubungan kerja sama di antara beberapa kerajaan di Sulawesi selatan di antaranya; kerajaan Goa, Bone, Soppeng, Wajo, Barru, Tanete, dan kerajaan kecil lainnya.
Peperangan antara kerajaan Goa melawan Bone, Soppeng, Wajo, Tanete, dan Luwuq, terjadi pula peperangan antara kerajaan Bugis melawan penjajahan Belanda.. sumber; perpusnas.go.id
Silahkan Klik gambar bukunya untuk langsung terhubung dengan file onlinenya (digital). Untuk baca ebook lainnya Klik Ebook.
PC baca file EPUB dapat Unduh Drivernya dihttp://www.epubread.com/en/
Untuk Smartphone dapat unduh drivernya di Play Store (UB epub reader).
Read more...