Selasa, 09 Desember 2014

Epub Hikayat Harun Al-Rasyid: (W 161) Hasil Penyalinan Ulang Naskah Lapuk Koleksi Perpustakaan Nasional RI Online

Epub Hikayat Harun Al-Rasyid: (W 161) Hasil Penyalinan Ulang Naskah Lapuk Koleksi Perpustakaan Nasional RI Online
http://opac.pnri.go.id/DetaliListOpac.aspx?pDataItem=Hikayat+Harun+Al-Rasyid&pType=Title&pLembarkerja=-1
perpusnas.go.id
Hikayat Harun Al-Rasyid: (W 161) Hasil Penyalinan Ulang Naskah Lapuk Online adalah buku digital   dalam format EPUB dan  FlipBooks yang ditampilkan dalam format 3D yang bisa dibuka-buka (flipping). Silahkan Klik gambar bukunya untuk langsung terhubung dengan file onlinenya (digital). Untuk baca ebook lainnya Klik Ebook. PC baca file EPUB dapat Unduh Drivernya dihttp://www.epubread.com/en/
Untuk Smartphone dapat unduh drivernya di Play Store (UB epub reader).


"Deskripsi atas naskah ini pernah dicatat oleh van Ronkel1. Naskah W 121 ditulis di atas kertas Eropa bercap air “singa dalam mahkota” dengan tulisan CONCORDIA RESPARVAE CRESCUNT, ukuran kertas 32 x 19,5 cm, sedangkan blok teks berukuran 23 x 13 cm. Naskah terdiri dari 104 halaman, tetapi yang ditulisi hanya 102 halaman. Setiap halaman terdiri dari 16 baris tulisan yang ditulis menggunakan aksara Arab Jawi berbahasa Melayu.

Kertas sudah agak rapuh dan mudah patah jika tidak ditangani dengan hati-hati. Penjilidan sudah hampir terlepas, bahkan di bagian awal banyak kertas yang sudah terlepas dari kurasnya. Penomoran halaman dengan pensil, angka Arab dari 1-51, kiranya tambahan orang lain, terletak di margin kanan sebelah atas setiap halaman recto. Kata alihan terletak di margin bawah kiri halaman recto. Menurut kolofon, teks Hikayat Harun Al-Rasyid disalin di Malaka pada tanggal 27 Dzulkaidah tahun 1278 H atau 26 Mei 1862. Pada bagian awal terdapat keterangan “Ini suatu hikayat Raja Harun Rasyid di dalam negeri Bagdad adanya terlalu indah”. Naskah ini berisi teks yang menceritakan tentang putri Jauhar Manikam.

Ia adalah putri raja Harun Rasyid dari negeri Bagdad dari mulai kelahirannya sampai menjadi permaisuri raja. Ketika putri Jauhar Manikam dewasa, raja Harun Al-Rasyid menitipkan dia kepada patiknya karena baginda bersama permaisuri dan putra lakilakinya hendak bermukim di Mekah. Sepeninggal raja, pada suatu malam, patik yang dititipi putri oleh raja malah hendak berbuat cabul terhadap putri Jauhar Manikam sampai sang putri melarikan diri. Kemudian putri pergi mengembara. Akhirnya,setelah mengalami berbagai penderitaan, putri Jauhar Manikam menjadi permaisuri raja Damsyik." sumber;perpusnas.go.id (
Hikayat Harun Al-Rasyid: (W 161) Hasil Penyalinan Ulang Naskah)